Share Pada dasarnya diabetes disebabkan oleh masalah dalam cara tubuh anda membuat atau menggunakan insulin. Insulin merupakan hormon yang diproduksi oleh sel beta pankreas yang bertugas mendistribusikan gula darah (glukosa) ke dalam sel untuk diubah menjadi energi. Dalam pelaksanaannya ada beberapa resiko orang yang berpotensi mengidap penyakit diabetes, yaitu : Retensi insulin Retensi insulin terjadi bila Anda mengidap Diabetes Mellitus Tipe 2 dan tubuh Anda tidak dapat merespon dengan baik terhadap insulin. Jadi pada peristiwa retensi insulin, lemak, hati, dan sel-sel otot tidak memberikan respon normal terhadap insulin. Sebagai hasilnya gula darah tidak masuk ke dalam sel melainkan disimpan dalam bentuk gula otot (glikogen). Sedangkan kadar gula darah akan naik sehingga dapat berpotensi menjadi diabetes. Hipergleikimia Hipergleikimia merupakan kondisi naiknya kadar gula darah di atas kisaran normal lebih dari 200 mg%.
Hipergleikimia terjadi jika gula tidak dapat masuk ke dalam sel sehingga tingkat abnormal tinggi menumpuknya gula dalam darah. Tingginya kadar gula darah sering memicu pankreas untuk memproduksi insulin lebih banyak dan lebih, tetapi tidak cukup untuk memenuhi permintaan tubuh. Akibatnya muncullah gejala-gejala penyakit diabetes seperti kelelahan, sering buang air kecil dan cepat merasa haus. Retensi insulin pada penderita Obesitas Pada umumnya orang yang kelebihan berat badan lebih cenderung memiliki resistensi insulin. Hal ini disebabkan orang yang memiliki kelebihan berat badan memerlukan lebih banyak insulin dibanding dengan berat badan normal. Padahal jumlah insulin orang kelebihan berat badan dan orang normal adalah sama. Akibatnya insulin tidak mampu lagi mendistribusikan gula darah ke seluruh sel di dalam tubuh untuk diubah menjadi energi. Terjadilah penumpukan kadar gula dalam darah yang dapat memicu timbulnya gejala diabetes. Orang kurus juga dapat mengidap diabetes Diabetes Mellitus Tipe 2 biasanya terjadi secara bertahap dan kebanyakan terjadi pada penderita obesitas (kelebihan berat badan). Namun tahukah Anda bahwa Diabetes Mellitus Tipe 2 juga dapat diderita pada orang-orang yang kurus, terutama pada orang tua. Orang kurus juga dapat menderita diabetes apabila mereka kurang gerak, mempunyai pola makan yang salah dan gaya hidup yang kurang sehat seperti merokok dan minum minuman beralkohol. Faktor keturunan/genetika Faktor keturunan/genetika sangat berpengaruh dalam Diabetes Mellitus Tipe 2. Jika orang tua (bapak atau ibu) menderita diabetes, maka kemungkinan besar anaknya juga menderita diabetes. Diabetes karena keturunan ini akan aktif dengan sendirinya manakala dipicu dengan rendahnya tingkat aktivitas sehari-hari, kurang olahraga, pola makan yang salah, gaya hidup yang kurang sehat dan kelebihan berat badan (terutama di sekitar pinggang). Selain faktor resiko penyebab Diabetes Mellitus Tipe 2 di atas, ada beberapa faktor risiko lainnya, yaitu : Usia lebih dari 45 tahun Semakin bertambahnya usia semakin tinggi resiko terkena diabetes. Pada usia 40 tahun ke atas, manusia mengalami perubahan psikologis yang menurun dengan cepat dan drastis. Diabetes sering muncul pada usia rawan tersebut terutama setelah usia 45 tahun ke atas dimana pada usia tersebut produksi insulin cenderung menurun. Kondisi ini diperparah lagi jika penderita mengalami kelebihan berat badan sehingga kepekaan tubuhnya terhadap insulin jauh berkurang.Selain itu, kemampuan tubuh mempertahankan diri juga semakin berkurang sehingga daya tahan tubuh menurun. Hal ini mempermudah masuknya virus yang dapat merusak pankreas sebagai penghasil insulin. HDL kolesterol kurang dari 35 mg/dL atau tingkat trigliserida lebih besar dari 250 mg/dL HDL kolesterol (High Density Lipoprotein) merupakan lemak yang baik dan bermanfaat bagi tubuh. Sedangkan trigliserida merupakan lemak jahat yang dapat mengganggu kesehatan tubuh karena lemak ini dapat menyumbat aliran darah terutama jika penderita diabetes merokok serta melakukan kebiasaan-kebiasaan yang kurang sehat lainnya. Hal ini mengakibatkan jantung harus bekerja keras untuk dapat memompa darah ke seluruh tubuh.Jika kadar HDL kolesterol kurang dari 35 md/dL atau tingkat trigliserida lebih besar dari 250 mg/dL maka dapat memicu terjadinya sindroma metabolik, yaitu penyakit-penyakit yang disebabkan karena ketidaksesuaian metabolisme seperti gula dan insulin serta obesitas. Tekanan darah tinggi Tekanan darah tinggi atau hipertensi juga dapat memperbesar resiko terjadinya diabetes. Tekanan darah tinggi disebabkan adanya penumpukan lemak di dalam pembuluh darah sehingga dapat menyumbat pembuluh darah. Jika tekanan darah tinggi seseorang mencapai lebih dari 130/90 maka menyebabkan jantung harus bekerja keras memompa darah ke seluruh tubuh. Kondisi ini berbahaya jika ada penyumbatan pada pembuluh darah, maka dapat mengakibatkan pecahnya pembuluh darah. Jika pecahnya pembuluh darah terdapat di otak maka akan terjadi stroke. Sedangkan jika pecahnya pembuluh darah di bagian aorta maka akan terjadi jantung koroner. Sejarah Gestational Gestational Diabetes merupakan suatu keadaan dimana terjadi ketidaknormalan glukosa selama masa kehamilan. Diabetes gestational dapat sembuh dengan sendirinya setelah bayi lahir. Namun diabetes gestational dapat membahayakan jiwa ibu dan bayi jika pada masa kehamilan 24-28 minggu tidak segera diperiksakan ke dokter. Adapun bahaya yang ditimbulkan dari diabetes gestational adalah dapat mengakibatkan kelahiran cacat pada bayi khususnya pada jantung dan tulang belakang. Hal ini disebabkan oleh tingginya kadar glukosa pada awal kehamilan yang dapat menghilangkan oksigen pada embrio. Artikel yang berhubungan dengan Penyebab Diabetes Mellitus Tipe 2 Penyebab Diabetes Mellitus Tipe 2 Penyebab Diabetes Mellitus Tipe 2 Pada dasarnya diabetes disebabkan oleh masalah dalam cara tubuh anda membuat atau menggunakan insulin. Insulin merupakan hormon yang diproduksi oleh sel beta pankreas yang bertugas ... Apakah Diabetes Mellitus Tipe 2 itu? Apakah Diabetes Mellitus Tipe 2 itu? Pengertian Diabetes Mellitus Tipe 2 Diabetes Mellitus Tipe 2 disebut juga NIDDM (Non Insulin Dependent Diabetes Mellitus) yang artinya diabetes yang tidak tergantung pada insulin. ... Apakah Gestational Diabetes Mellitus itu? Apakah Gestational Diabetes Mellitus itu? Penyakit diabetes mellitus identik dengan meningkatnya kadar gula dalam darah. Baik type 1 dan type 2 diabetes mellitus, keduanya memiliki gejala yang sama namun dengan ...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar